
RedMOLROHUL.ID | Langkat – Aksi nyata ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ricky Anthony, yang turun langsung membantu Muhammad Ali, penderita paru kronis asal Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Rabu (18/3/2026).
Bantuan berupa biaya pengobatan hingga kebutuhan pangan itu diberikan setelah kisah pilu Muhammad Ali viral di media sosial. Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang anak perempuan dengan penuh keterpaksaan mengayuh becak bermotor, membawa ayahnya berkeliling demi mengetuk hati para dermawan.
Respons cepat pun ditunjukkan Ricky Anthony. Tanpa menunggu lama, ia langsung mengerahkan tim untuk melacak keberadaan keluarga tersebut dan memastikan bantuan tersalurkan.
“Ini bukan sekadar viral, tapi panggilan kemanusiaan. Saya sangat prihatin melihat kondisi Pak Muhammad Ali yang harus berjuang di tengah sakit parah,” tegasnya.
Fakta di lapangan lebih menyayat. Sudah tiga tahun terakhir Muhammad Ali bergulat dengan komplikasi penyakit paru kronis dan diabetes. Kondisinya kian melemah, membuatnya tak lagi mampu bekerja. Ironisnya, meski terdaftar sebagai peserta BPJS, keterbatasan biaya transportasi dan kebutuhan hidup harian menjadi penghalang utama untuk berobat secara rutin.
Di sisi lain, beban keluarga justru dipikul oleh sang anak yang masih belia. Ia harus turun ke jalan, mengorbankan masa kecilnya demi memperjuangkan kesembuhan ayahnya.
“Ini potret nyata yang tidak boleh kita abaikan. Negara harus hadir, dan kita semua punya tanggung jawab moral untuk saling membantu,” ujar Ricky dengan nada tegas.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi titik awal pemulihan kondisi Muhammad Ali, sekaligus meringankan tekanan ekonomi yang selama ini menghimpit keluarganya.
Sementara itu, Muhammad Ali tak kuasa menahan haru. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang datang di saat paling sulit dalam hidupnya.
“Terima kasih Pak Ricky. Kami tidak sanggup membalas kebaikan ini. Semoga Allah membalas dengan keberkahan yang berlipat,” ucapnya.
Kisah ini menjadi pengingat keras bahwa di tengah hiruk pikuk kehidupan, masih ada warga yang berjuang antara hidup dan harapan—menunggu uluran tangan yang peduli, bukan sekadar simpati.
(Rudy Hartono & Red)
Editor: Zulkarnain Idrus
