Rohul.REDMOL.ID | LANGKAT — Jangan cuma bicara pelayanan. Buktikan di hadapan nasabah! Pesan itulah yang terasa kuat dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Stabat, Jumat (4/9/2026).
Bukan dengan seremoni mewah, BRI BO Stabat justru memilih pendekatan sederhana: menghadirkan suasana pelayanan bernuansa Nusantara sekaligus memberikan cokelat kepada nasabah.
Kegiatan berlangsung di Kantor BRI BO Stabat, Jalan KH. Zainul Arifin, Kota Stabat, Kabupaten Langkat.
Para Insan BRILiaN, khususnya petugas Frontliner (FL), tampil mengenakan pakaian bernuansa Nusantara. Suasana pelayanan pun berubah lebih semarak dan hangat.
Tetapi di balik kemeriahan tersebut terdapat satu persoalan yang jauh lebih penting:
Bagaimana kepercayaan nasabah dijaga melalui pelayanan yang benar-benar dirasakan?
Pertanyaan itu menjadi relevan karena bagi lembaga perbankan, kepercayaan masyarakat bukan sekadar angka dalam laporan. Kepercayaan merupakan fondasi hubungan antara bank dan nasabah.
COKELAT BUKAN SEKADAR COKELAT
Dalam momentum Harpelnas tersebut, BRI BO Stabat memberikan cokelat kepada nasabah.
Sekilas sederhana.
Namun apabila dilihat dari sisi pelayanan, pemberian tersebut menjadi simbol penghargaan terhadap masyarakat yang telah mempercayakan kebutuhan perbankannya kepada BRI.
Branch Office Head (BOH) BRI BO Stabat, Ramlan, turut menyampaikan apresiasi kepada para nasabah.
Ramlan memberikan cokelat kepada nasabah melalui Asisten Manager Operasional dan Layanan (AMOL) BRI BO Stabat, Dicky.
Pesannya sederhana tetapi tegas:
Nasabah harus dihargai, dilayani, dan diperlakukan sebagai bagian penting dari perjalanan BRI.
JANGAN BERHENTI DI SEREMONI
Peringatan Hari Pelanggan Nasional tentu tidak boleh berhenti pada pakaian Nusantara, cokelat, senyum, dan foto kegiatan.
Esensinya jauh lebih besar.
Pelayanan perbankan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan ramah, cepat, tepat, profesional, dan penuh kepedulian.
Karena itu, momentum Harpelnas dapat menjadi pengingat bahwa setiap interaksi antara petugas dan nasabah membawa konsekuensi terhadap tingkat kepercayaan publik.
Pakaian Nusantara boleh berganti.
Cokelat suatu saat habis.
Seremoni pun selesai.
Tetapi standar pelayanan harus tetap menyala setiap hari.
WAJAH FRONTLINER, CERMINAN PELAYANAN
Para Frontliner merupakan salah satu wajah terdepan BRI ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Cara menyapa, cara menjelaskan layanan, kesigapan menangani kebutuhan nasabah hingga kemampuan memberikan solusi merupakan bagian yang menentukan pengalaman masyarakat.
Karena itu, Harpelnas 2026 di BRI BO Stabat menjadi momentum untuk memperkuat budaya pelayanan tersebut.
Nuansa Nusantara yang dihadirkan tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga membawa pesan keberagaman dan kebersamaan.
Di tengah masyarakat Langkat yang beragam, pelayanan yang humanis menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang semakin dekat.
TANTANGANNYA JELAS: KONSISTENSI
Apresiasi satu hari tentu belum cukup.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat Hari Pelanggan Nasional diteruskan menjadi budaya pelayanan sepanjang tahun.
Nasabah membutuhkan kepastian bahwa keramahan bukan hanya muncul ketika ada perayaan.
Mereka membutuhkan pelayanan yang tetap ramah ketika kantor sedang ramai, antrean panjang, atau ketika menghadapi kebutuhan perbankan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.
Di situlah konsistensi diuji.
BRI BO Stabat telah menunjukkan pesan pelayanan melalui momentum Harpelnas 2026. Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan tersebut benar-benar hidup dalam setiap pelayanan, setiap hari.
Sebab pada akhirnya, kepercayaan nasabah tidak dibangun dalam satu hari dan tidak dipertahankan hanya dengan sebuah cokelat. Kepercayaan dibangun melalui pelayanan yang konsisten, profesional, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jurnalis: Agus Sidarta & Red
Editor: Zulkarnain Idrus



